Benarkah mata saya silinder


Benarkah mata saya silinderSudah kurang lebih 2 tahunan sejak pertama kali menggunakan kacamata (lihat di http://dennykalangi.com/pengalaman-pertama-periksa-mata-di-rs-cicendo/ ) yang dalam pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa mata saya perlu kacamata spesial alias mesti lensa progressive.

Lensa progressive adalah lensa yang dalam satu frame sudah ada untuk melihat jarak jauh dan sekaligus untuk jarak dekat / baca tanpa terlihat di lensa kalau ada 2 jenis. Ini berbeda dengan kaca jaman dulu yang kelihatan ada semacam bundaran di bagian bawah untuk lensa baca nya bukan.
Selain itu mata saya sudah silindris. Ini bisa juga karena usia diatas 40an menurut petugas kesehatan yang memeriksa saya.
Selama ini saya menerima saja keaadan ini, tetapi kemarin ada hal yang menarik yang saya temui. Ketika saya berkunjung ke satu supermarket, pas setelah membayar apa yang saya butuhkan, di sana ada booth yang menjual lensa dan kaca dengan banner yang menarik bagi saya karena menawarkan lensa progressive yang terjangkau kantong saya. Setelah nanya harga, ternyata pikiran marketing penjual tersebut lumayan juga. Harga yang ditawarkan terjangkau itu karena tidak mendapatkan garansi lensa nya. Tetapi jika ingin lebih bagus lagi, dengan garansi selama 2 tahun maka harga nya naik hampir 2x lipat hehehe, terjebak juga saya nih utk mampir ke booth nya.
Tapi bukan itu inti tulisan saya. Ketika saya memberitahukan bahwa mata saya sudah silindris, beliau mengutarakan bahwa belum tentu hasil pemeriksaan itu benar benar silindris. Nah loh….
Dia ajak saya periksa dulu untuk mengetahui benar tidaknya nya saya silindris akan mata saya ini.
Jadi saya pun diperiksakan dengan alat yang seperti kacamata dan dengan menggantikan lensa secara satu persatu untuk coba membaca. Baik untuk baca jauh maupun baca dekat.
Hasilnya tahu nga pembaca?
Saya tidak silinder akan mata saya !!!!!!.
Sejujurnya saya belum yakin, tetapi dia pasang kembali lensa sambil mengatakan kalau ini lensa utk tahu silinder dan disuruh baca, kemudian dia ganti dengan tanpa silinder dan di suruh baca.
Jadi ketika awal dia tidak info yang mana silinder mana yang tidak sesuai penglihatan saya, yang kemudian setelah dia menyimpulkan, kemudian di test yang ke dua kali dengan menyebut lensa yang bersilinder compare dengan yang tidak ber silindris.
Boleh dikata ini merupakan second opinion sejak saya menggunakan aja kaca mata yang pertama kali nya. Secara ilmiah, saya belum dapat mengetahui apakah memang silinder itu bisa berubah atau tidak?
Jika ya, mengapa dan kenapa? Mungkin saya perlu third opinion untuk compare mata silindris ini.
Bagaimana dengan Anda?

Share Button