Mengatasi Tanjakan Bagi Sepeda Pemula


Sebagai pegowes pemula, maka akan banyak rintangan dan halangan yang biasanya di alami termasuk saya ini.
Saya termasuk pendatang baru, berhubung belum setahun mencoba gowes. Apalagi waktu gowes sendiri hanya dihari minggu saja.
Ketika mendapatkan jalan yang rata, maka gowes bisa berlangsung dengan tanpa masalah, ini terjadi ketika mencoba hanya berputar putar di kompleks sendiri.
Satu waktu saya ingin mencoba mengitari kompleks puri cipageran 1 daerah cimahi.

Ada beberapa tanjakan baik yang kecil maupun yang cukup nanjakannya. Dalam permulaan mengitari ini, ada 3 tanjakan yang perlu didahului:
1. Tanjakan sekitar 50 meter. Tanjakan ini sebenarnya tidak terlalu berat. Tanjakan yang dekat dengan bengkel ini, pada percobaan pertama, saya harus ngos-ngosan dan tidak berdaya. Turun dari sepeda adalah pilihan terbaik :). Tetapi dalam kesempatan kedua, saya bisa melewati tanjakan ini.
2. Tanjakan sekitar 100 meter. Tanjakan ini cukup tinggi dimulai dari alfa/indomaret (mereka berhadap-hadapan, aneh aja), dalam 2 kali percobaan, kedua duanya saya gagal mengatasi tanjakan ini. Tanjakan ini berakhir di arah menuju cipageran 1 yang akan menurun.
3. Tanjakan sekitar 100 meter. Ini tanjakan maut, karena posisi tanjakannya yang sangat naik. Mobil/motor pun jika tidak ambil ancang ancang dari bawah, akan memindahkan porseneling ke gigi 1. Dalam percobaan pertama, saya gagal total, karena memang belum siap dengan tenaga. Tetapi pada percobaan ke dua, saya bisa melewati tanjakan ini. Tetapi hasil yang saya dapat sesampainya dirumah adalah ngos-ngosan serta langsung tidur merebahkan diri. Ini tidak baik bagi jantung/tubuh kita karena saya memaksakan diri dengan tanjakan ini.
Setelah beberapa waktu, saya coba balik arah jalurnya. Dimulai dengan turunan yang tajam (tanjakan no 3 di balik), tentunya tidak akan mendapatkan masalah, kecuali harus hati hati dengan pengereman. Setelah itu mulai dengan tanjakan yang tanpa henti. Model tanjakan ini, secara perlahan lahan akan mendaki terus, melewati pasar kompleks, kemudian naik terus keluar kompleks puri cipageran 1. Pas sebelum keluar kompleks ini, ada sekitar 30 meter yang tanjakannya memerlukan daya upaya utk bisa berhasil. Ternyata dari 2 kali ujicoba tanjakan ini berhasil dilewati.
Setelah ada jalan menurun (kebalikan dari tanjakan 2 diatas) ada sedikit tanjakan di sd mandiri, hanya memang karena kecil dan pendek, tidak terlalu berarti. Kemudian akan menurun dan menanjak (kebalikan tanjakan 1). Disini sempat saya mengalami problem pada usaha ke 2. Pada ujicoba ke dua kali ini, ketika pertengahan tanjakan, saya merasa berat, sehingga mengganti gigi depan ke yang paling kecil. Ternyata oh ternyata, posisi untuk menurunkan gigi dipertengahan jalan tidak semuda yang dibayangkan. Terasa berat untuk perpindahan ini, seperti beratnya dengan gigi yang lebih besar. Untunglah karena tanjakannya tidak panjang sehingga bisa melewati dengan sukses.
Dari beberapa usaha jalan yang mendaki dapatlah saya ambil kesimpulan:
1. Jangan memaksakan diri dengan tanjakan, jika kita belum sanggup, jangan malu untuk menuntun sepeda ini, walaupun akan dilihat oleh orang lain.
2. Perpindahan gigi itu sangat perlu diperhatikan. Jika tanjakan tidak terlalu tinggi anda bisa gunakan gigi sedang, tetapi jika tanjakannya cukup tajam, sebaiknya sejak dari bawah langsung ke gigi yang paling kecil. Perpindahan gigi disini adalah di gigi depan, sedangkan gigi belakang bisa menegah atau besar
3. Siapkan air minum, apalagi setelah melewati tanjakan. Setelah sukses, berhentilah sebentar utk beristirahat, kalau perlu minum untuk memulihkan tubuh anda.
Mungkin ini catatan yang bisa saya bagi untuk pemula yang ber sepeda melewati tanjakan.
Anda sendiri punya pengalaman? Share yuk

Share Button