Pengalaman dengan Demam Berdarah


Penyakit yang satu ini memang agak sulit juga kita untuk mencegah. Ketika seseorang mendapatkan sakit DBD maka tertuduh utama yang di cari adalah: digigit nya dimana?
Suatu jawaban yang juga sulit di cari, kecuali memang sedang ada wabah di lingkungan Anda. Sedangkan saya sendiri lingkungan tempat tinggal, tidak ada yang mendapatkan DB ini. Di kantor pun aman. Kemungkinan

bisa terjadi hanya ketika saya main ke mall yang hanya saya datangi di hari Minggu doang :). Dan saya sendiri sudah tidak hafal kapan nyamuk genit itu ngisap darah saya.
Menurut yang saya tahu bahwa masa inkubasi adalah 3-14 hari sebelum DBD ini muncul melalui panas yang tinggi.
Sejak Jumat 29 April badan ini sudah tidak bisa diajak kompromi, walaupun masuk kerja, tapi memang kurang efektif dengan kondisi seperti ini.
Hari Minggu 1 Mei barulah datang sendiri ke Rumah Sakit Advent Bandung untuk memeriksakan diri. Ternyata karena hari itu merupakan Hari Buruh, jadi pada libur dokter prakteknya, jadi datang ke dokter jaga UGD. Melihat kondisi fisik saya, dokter curiga ke DBD & typhus. Dan memang benar, setelah hasil keluar Platelet alias Trombosit saya sudah mencapai 105.000 sedangkan normalnya adalah 150.000-400.000 tapi untunglah typhoid nya negatif semua. Sempat tawar menawar dengan dokter untuk dirawat jalan, tapi dengan kondisi hasil lab lainnya yang juga kurang mendukung, maka disarankan untuk segera dirawat. Kecuali katanya bisa pulang, tapi besok datang lagi untuk ambil darah kembali 🙂
Pengurusan kamar akhirnya dilakukan. Secara jatah asuransi kamarnya pada penuh, akhirnya saya downgrade kamar deh, sambil berharap bisa pindah kamar nantinya.
Hari Senin pagi pagi team pengambil darah sudah datang untuk disedot hehehe. Hasilnya seperti prediksi dokter jaga di UGD, akan turun, Trombosit menjadi 63.000. Tidak ada obat yang diberikan selain di infus dan Paracetamol ketika panas. Ketika dokter visit, dokter internist, sempat saya tanya titik kritisnya di angka berapa? 20.000 info dari beliau
Hari Selasa seperti biasa dipagi hari darah saya kembali di sedot. Disini memang bedanya dengan rawat di rumah, karena akan dipantau darah kita di lab. Hasilnya seperti prediksi masih turun menjadi 36.000. Karena sudah tidak panas lagi, sehingga Paracetamol sdh tidak diminum lagi. Tetapi dapat tambahan supplement echinacea (entah spellnya betul nga). Obatnya sangat gede , sehingga susah untuk diminum. Berputar putar di mulut baru masuk. Semoga pabriknya bisa buat dengan volume lebih kecil lagi 🙂
Hari Rabu trombosit sekarang mencapai 23.000. Beberapa saran untuk minum yang menaikkan trombosit sudah di lakukan: juice jambu, angkak, sari kurma.
Hari Kamis Trombosit sekarang turun menjadi 20.000. Kalau dilihat turunnya sedikit dibandingkan hari sebelumnya. Secara teori ini merupakan hari titik kritis bawah nya sebelum naik kembali. Semoga. Suntikan tranxenamic axid kembali dilakukan, berhubung ada kekuatiran dokter akan gusi saya yang berdarah. Memang gusi ini bermasalah sejak sama SMP, ketika gigi yang mau dicabut ada ketinggalannya dan saat ini ditutupi gusi yang tanpa kejadian inipun suka berdarah juga.
Hari Jumat. Sebagaimana teori bahwa ini waktu nya untuk turn-up, maka setelah diambil darah dipagi hari, maka kabar menggembirakan bisa terdengar. Kali ini trombosit naik menjadi 59.000. Biasanya akan naik terus sampai normal kembali. Makanan sejak kemarin sudah normal lagi, tapi infus dan tranxenamic acidnya sampai siang masih di suntikkan ke tubuh ini. Kemungkinan mulai sore/malam sdh tidak diperlukan lagi suntikan ini.
Hari Sabtu. Trombosit makin melejit naik menjadi 124.000. Dokter pun sudah menginformasikan kalau besok bisa pulang. Angkak masih tetap minum, demikian juga dengan sari kurma.
Hari minggu merupakan hari yang ditunggu karena sudah bisa di ijinkan untuk pulang. Hasil terakhir dalam pemeriksaan darah, sudah meloncat ke 199.000 sudah di atas normal yang minimal 150.000.
Kalau boleh saya simpulkan bahwa untuk demam berdarah ini, maka trombosit akan turun sampai hari ke 5 sebelum berbalik naik. Minuman suplement apapun tidak akan membuat naik sebelum waktunya. Kemungkinan minuman tersebut hanya menjaga tubuh kita tetap fit, sehingga tidak tirun sampai di bawah titik kritis 20.000.
Jika anda punya pengalaman dengan dbd ini silahkan di share ke sini aja ya.

Share Button